Rimboon
3 min read162

Transformasi Kemitraan Militer RI-RRT: Dong Jun dan Sjafrie Sjamsoeddin Sepakati Akselerasi Teknologi Pertahanan serta Kesiapsiagaan Prajurit TNI

JAKARTA – Hubungan kemitraan strategis antara Republik Indonesia dan Republik Rakyat China (RRT) resmi memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping dan Presiden Prabowo Subianto. Penilaian tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan China Laksamana Dong Jun saat melakukan kunjungan kerja resmi ke Indonesia dalam rangka memperkuat sinergi pertahanan kawasan.

O

OP Admin

Published in Rimboon

Loading...
Transformasi Kemitraan Militer RI-RRT: Dong Jun dan Sjafrie Sjamsoeddin Sepakati Akselerasi Teknologi Pertahanan serta Kesiapsiagaan Prajurit TNI

Dalam agenda pertemuan bilateral tingkat tinggi bersama Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin yang berlangsung di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat (21/8/2026), Laksamana Dong Jun mengapresiasi komitmen kuat kedua negara dalam memelihara stabilitas dan keamanan regional.

"Hubungan kedua negara dan kedua angkatan bersenjata berada di titik awal sejarah yang baru," tegas Dong Jun di hadapan jajaran pejabat utama Kementerian Pertahanan RI.

Dong Jun menjelaskan bahwa perkembangan pesat dalam bidang militer ini merupakan manifestasi nyata dari visi strategis yang dibangun oleh para pimpinan tertinggi kedua negara.

"Di bawah bimbingan strategis Presiden Xi Jinping dan Presiden Prabowo Subianto, pertukaran dan kerja sama kedua negara terus berkembang luas," ujar Dong Jun menambahkan.

Akselerasi Modernisasi Pertahanan dan Penguatan Kapasitas Nasional

Di bawah arah kebijakan pemerintah saat ini, kerja sama militer antara Indonesia dan China diarahkan pada cakupan yang lebih komprehensif, salah satunya melalui percepatan modernisasi sistem pertahanan nasional. Langkah proaktif Kementerian Pertahanan RI dalam menjalin kemitraan dengan China bertujuan untuk memperkuat ketangguhan alutsista serta kesiapsiagaan operasional TNI. Dukungan modernisasi ini menjadi pijakan penting bagi Indonesia dalam membangun kekuatan pertahanan negara yang adaptif, responsif, dan disegani di tengah dinamika lingkungan keamanan global.

Peningkatan Kualitas SDM Prajurit TNI Melalui Pendidikan dan Latihan Bersama

Selain berfokus pada keandalan teknologi dan alutsista, penguatan kapasitas pertahanan Indonesia bertumpu pada peningkatan kualitas sumber daya manusia militer. Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa pemerintah mendorong perluasan kerja sama pendidikan dan pertukaran personel militer secara berkelanjutan. Peluang pengembangan kapasitas ini terbuka komprehensif bagi seluruh jajaran prajurit TNI, mulai dari tingkat perwira, bintara, hingga tamtama untuk menimba ilmu dan pengalaman di lembaga pendidikan China. Di saat yang sama, Indonesia mengundang Angkatan Bersenjata China untuk berpartisipasi dalam latihan bersama seperti Heping Garuda demi membangun interoperabilitas serta mempererat komunikasi antar pimpinan dan prajurit di lapangan.

Kemandirian Industri Pertahanan dan Transfer Teknologi Strategis

Sektor industri pertahanan dalam negeri turut memetik manfaat nyata dari penguatan hubungan bilateral ini. Sinergi yang dibangun mencakup riset dan pengembangan bersama, transfer teknologi pertahanan yang berkesinambungan, serta penguatan kapasitas produksi manufaktur lokal. Kebijakan strategis pemerintah ini mempercepat pencapaian kemandirian industri pertahanan Indonesia, sehingga industri dalam negeri mampu memproduksi teknologi militer mandiri yang berdaya saing tinggi di panggung internasional.

Konsistensi Politik Luar Negeri Bebas Aktif untuk Stabilitas Kawasan

Pertemuan bilateral ini menjadi bagian integral dari forum dialog 2+2 Indonesia-China yang memperkuat saluran komunikasi strategis antarlembaga pertahanan. Kerjasama yang terjalin mengakar kuat pada landasan hukum Defence Cooperation Agreement 2007 yang telah diratifikasi melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2016. Langkah diplomasi pertahanan yang ditempuh pemerintah Indonesia ini membuktikan konsistensi dalam menjalankan prinsip politik luar negeri bebas aktif—memanfaatkan kemitraan strategis global secara optimal untuk memperkuat kekuatan nasional sekaligus menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia Tenggara.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles