Rimboon
4 min read738

Indonesia-Iran Siapkan Penguatan Kerja Sama Budaya, Film dan Sastra Masuk Agenda

JAKARTA – Hubungan Indonesia dan Iran di bidang kebudayaan kembali diperkuat melalui pembahasan sejumlah agenda kerja sama. Film, sastra, penerjemahan, warisan budaya, pendidikan, dan industri kreatif menjadi sektor yang berpotensi dikembangkan dalam kerja sama berikutnya.

O

OP Admin

Published in Rimboon

Loading...
Indonesia-Iran Siapkan Penguatan Kerja Sama Budaya, Film dan Sastra Masuk Agenda

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon bertemu Wakil Menteri Kebudayaan Republik Islam Iran Mohsen Javadi di Bhopal, Madhya Pradesh, India, Sabtu (8/8/2026).

Pertemuan bilateral tersebut berlangsung di sela-sela XI BRICS Culture Ministers’ Meeting.

Kedua pihak membahas upaya memperbarui kerja sama kebudayaan yang telah berlangsung sekaligus mencari peluang baru yang dapat diwujudkan melalui program konkret.

Hubungan Budaya Indonesia-Iran Punya Sejarah Panjang

Fadli Zon mengatakan hubungan Indonesia dan Iran di bidang kebudayaan telah terjalin dalam waktu yang cukup lama.

Menurutnya, hubungan tersebut perlu terus dikembangkan agar mampu menyesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan saat ini.

"Indonesia dan Iran memiliki hubungan yang telah terjalin lama, khususnya di bidang kebudayaan. Kita perlu memperbarui dan memperkuat hubungan tersebut melalui kerja sama yang semakin konkret," ujar Fadli dalam keterangan tertulis.

Salah satu agenda yang dibahas adalah kelanjutan Cultural Exchange Programme Indonesia-Iran 2023-2026 yang akan segera berakhir.

Berakhirnya program tersebut menjadi momentum untuk membentuk kerangka kerja sama baru dengan cakupan yang lebih luas.

Film Berpotensi Jadi Proyek Bersama

Perfilman menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian dalam pembicaraan.

Fadli mendorong produksi film bersama serta pertukaran antarsineas Indonesia dan Iran.

Menurutnya, kerja sama perfilman dapat menjadi ruang pertukaran kreativitas sekaligus sarana memperkenalkan kebudayaan masing-masing negara.

Salah satu contoh hubungan perfilman kedua negara sebelumnya terlihat melalui adaptasi film Iran "Children of Heaven" di Indonesia.

"Kerja sama perfilman menjadi salah satu bidang yang dapat kita prioritaskan. Ke depan, kita dapat mengeksplorasi lebih banyak peluang produksi bersama antara sineas kedua negara," tutur Fadli.

Pengembangan produksi bersama juga berpotensi membuka ruang bagi sineas untuk saling bertukar pengalaman mengenai teknik produksi, cerita, dan karakter industri film.

Iran Tawarkan Kerja Sama Penerjemahan

Bidang sastra juga menjadi salah satu peluang yang dibahas.

Iran mengundang Indonesia untuk berpartisipasi dalam Tehran International Book Fair.

Iran juga menawarkan program penerjemahan karya sastra Persia dan karya internasional ke dalam bahasa Persia.

Indonesia menyambut baik tawaran tersebut dan tertarik menjajaki partisipasi dalam pameran buku tersebut pada kesempatan mendatang.

Program penerjemahan dapat menjadi jalur untuk memperkenalkan karya penulis Indonesia kepada masyarakat Iran dan memperluas akses pembaca Indonesia terhadap karya sastra Iran.

Pertukaran Budaya Terus Didorong

Indonesia dan Iran juga membahas penyelenggaraan pekan budaya serta berbagai program pertukaran kebudayaan.

Kegiatan tersebut dapat mempertemukan pelaku seni, komunitas budaya, lembaga pendidikan, dan masyarakat dari kedua negara.

Pertukaran semacam ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai tradisi dan kebudayaan masing-masing.

Di sisi lain, kegiatan kebudayaan juga dapat mendukung pengembangan wisata budaya dan membuka ruang promosi bagi industri kreatif.

Kerja Sama UNESCO Jadi Perhatian

Pembahasan tidak hanya menyentuh film dan sastra, tetapi juga perlindungan warisan budaya.

Indonesia dan Iran melihat peluang untuk memperkuat kerja sama dalam kerangka UNESCO, terutama berkaitan dengan Warisan Budaya Takbenda.

Fadli mengapresiasi kontribusi Iran dalam kerja UNESCO.

Indonesia juga berupaya memperkuat kerja sama setelah terpilih sebagai anggota Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage untuk periode 2026-2030.

Dalam kesempatan tersebut, Indonesia menyampaikan keinginan untuk berpartisipasi dalam perluasan nominasi multinasional Tradition of Iftar serta menjajaki peluang nominasi multinasional lainnya.

Iran Sambut Rencana Pembaruan

Mohsen Javadi menyambut positif rencana Indonesia dan Iran untuk memperbarui kerja sama kebudayaan.

Menurutnya, berakhirnya Cultural Exchange Programme 2023-2026 dapat menjadi momentum untuk menghadirkan lebih banyak inisiatif baru.

Javadi menilai Indonesia dan Iran memiliki banyak kesamaan dan hubungan budaya yang kuat.

Ia menilai hubungan tersebut perlu terus dikenalkan kepada generasi muda melalui film, sastra, musik, pendidikan, serta wisata budaya.

Mendorong Hubungan Antarmasyarakat

Penguatan kerja sama kebudayaan menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan Indonesia dan Iran tidak hanya di tingkat pemerintah, tetapi juga antarmasyarakat.

Film dan sastra dapat menjadi sarana pertukaran cerita. Pekan budaya dapat mempertemukan seniman dan masyarakat. Sementara kerja sama warisan budaya dapat memperkuat upaya kedua negara dalam menjaga kekayaan budaya.

Indonesia dan Iran selanjutnya berkomitmen menindaklanjuti berbagai peluang tersebut agar dapat diwujudkan dalam kerja sama yang lebih konkret.

Dengan terbukanya berbagai ruang kolaborasi, hubungan kebudayaan Indonesia-Iran diharapkan semakin berkembang sekaligus memberikan kesempatan lebih luas bagi pelaku seni, penulis, sineas, akademisi, dan pekerja industri kreatif dari kedua negara untuk bekerja sama.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!