
Apresiasi tersebut disampaikan oleh Menkeu Suahasil Nazara saat memaparkan analisis penyerapan anggaran dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.
Manajemen Presisi dan Verifikasi Penerima Manfaat
Menkeu Suahasil menjelaskan bahwa perbaikan tata kelola di tubuh BGN berpengaruh positif terhadap akurasi penyaluran MBG di lapangan. BGN dinilai secara konsisten menyempurnakan alur distribusi serta memverifikasi data kelayakan penerima agar program dapat menjangkau sasaran secara tepat.
Penyempurnaan manajemen ini memastikan bahwa alokasi dana APBN dapat dipertanggungjawabkan secara transparan sekaligus memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu gizi anak-anak.
Capaian Realisasi Tembus Rp 153,2 Triliun Bagi 57 Juta Warga
Berdasarkan laporan kinerja APBN hingga 30 September 2026, realisasi anggaran untuk Program Makan Bergizi Gratis telah menyentuh angka Rp 153,19 triliun. Penyaluran program ini didukung oleh ekosistem jaringan kerja lebih dari 27 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan total cakupan mencapai 57 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Mengenai fleksibilitas penyiapan dana APBN untuk menopang kebutuhan program MBG, Menkeu Suahasil Nazara menegaskan secara langsung:
"Anggarannya itu menyesuaikan berapa yang nanti diperlukan, kita akan sediakan. Saat ini telah direalisasikan Rp 153,19 triliun sampai dengan 30 September," ujar Suahasil.
Dukungan Anggaran Fungsi Pendidikan dan Proyeksi Mendatang
Dalam kesempatan tersebut, Kemenkeu memaparkan bahwa total penyerapan anggaran fungsi pendidikan telah menyerap Rp 574,2 triliun, di mana porsinya turut dimanfaatkan untuk mendukung pemenuhan gizi siswa sekolah.
Untuk memperkuat fasilitas belajar dan memperluas cakupan program pendidikan gratis, pemerintah memproyeksikan alokasi anggaran pendidikan pada APBN 2027 dapat meningkat hingga Rp 824 triliun.
Poin Kunci Capaian Program MBG dan Kinerja BGN
Tata Kelola Makin Tertib: BGN sukses meningkatkan transparansi, kerapian administrasi, dan efisiensi penyaluran MBG.
Realisasi Anggaran: Penyerapan dana APBN untuk MBG mencapai Rp 153,19 triliun per akhir September 2026.
Jangkauan Layanan: Menjangkau 57 juta penerima manfaat melalui jaringan lebih dari 27 ribu SPPG di seluruh Indonesia.
Dukungan Anggaran Adaptif: Kemenkeu memastikan kesiapan alokasi dana APBN sesuai kebutuhan pelaksanaan di lapangan.
.png)








