Rimboon
•2 min read•1,152

Inovasi Tanpa Batas: Koperasi Banjarsari Solo Tembus Omzet Rp300 Juta Berkat Sistem Digital

Integrasi teknologi melalui aplikasi MyKopkel menjadi pendorong utama keberhasilan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Banjarsari di Solo dalam membukukan omzet lebih dari Rp300 juta pada semester pertama 2026. Bermula dari garasi rumah dengan modal dan anggota terbatas, koperasi ini sukses bertransformasi menjadi sarana penggerak ekonomi warga yang modern, transparan, dan efisien.

O

OP Admin

Published in Rimboon

Loading...
Inovasi Tanpa Batas: Koperasi Banjarsari Solo Tembus Omzet Rp300 Juta Berkat Sistem Digital

SURAKARTA — Pemanfaatan teknologi digital secara tepat terbukti mampu meningkatkan skala bisnis dan daya saing lembaga ekonomi di tingkat lokal. Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah, mencatatkan kinerja usaha yang gemilang dengan meraih akumulasi omzet penjualan melampaui Rp300 juta sepanjang kurun waktu Januari hingga Juni 2026.

Transformasi operasional berbasis digital ini berhasil memangkas biaya operasional secara signifikan sekaligus meningkatkan rasa percaya masyarakat untuk bertransaksi di koperasi.

Efisiensi dan Transparansi Berkat Aplikasi MyKopkel

Pilar utama di balik pesatnya pertumbuhan KKMP Banjarsari adalah penggunaan platform digital MyKopkel. Melalui aplikasi di ponsel pintar ini, para anggota dapat mengurus berbagai kebutuhan perkoperasian secara praktis—mulai dari pendaftaran anggota, pembayaran simpanan wajib, hingga pemesanan komoditas sembako.

Selain itu, gerai fisik koperasi telah dilengkapi sistem kasir digital Point of Sale (POS) yang terhubung langsung dengan metode pembayaran non-tunai seperti QRIS dan Virtual Account. Integrasi ini membuat pencatatan transaksi barang dan laporan keuangan berjalan secara otomatis serta transparan.

Perjalanan Berawal dari Garasi Sederhana

Lompatan omzet bernilai ratusan juta rupiah ini diraih melalui proses panjang dan komitmen tinggi. Didirikan pada September 2025, KKMP Banjarsari awalnya hanya beroperasi memanfaatkan garasi rumah pribadi salah satu pengurus dengan ditopang 32 orang anggota awal.

Seiring berjalannya waktu, lokasi gerai dipindahkan ke bangunan bekas rumah dinas kelurahan yang memanfaatkan ruang tak terpakai untuk menampung aktivitas usaha yang terus membesar. Modal yang bersumber dari simpanan anggota diputar secara efisien untuk menyediakan pasokan beras, minyak goreng, gula, serta berbagai kebutuhan dasar masyarakat dengan harga yang ramah di kantong.

Wujudkan Kemandirian Ekonomi Warga Surakarta

Keberhasilan KKMP Banjarsari kini menjadi percontohan bagi pengembangan koperasi modern di wilayah Surakarta. Lewat perpaduan sistem digital dan penyediaan kebutuhan bahan pokok yang terjangkau, koperasi ini membuktikan bahwa unit usaha tingkat kelurahan mampu tumbuh profesional, mandiri, dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga sekitar.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles