Rimboon
•2 min read•792

Komitmen Presiden Prabowo: Bapanas Tebar Rekor 2,6 Juta Ton Beras Bantuan Hingga Desember 2026

Instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto mendorong Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengukir rekor baru melalui program Bantuan Pangan Beras 2026 dengan total alokasi 2,6 juta ton. Perpanjangan distribusi bantuan beras 10 kg per bulan hingga Desember 2026 ini menyasar 33,24 juta keluarga penerima manfaat demi menjaga daya beli publik dan menstabilkan inflasi pangan.

O

OP Admin

Published in Rimboon

Loading...
Komitmen Presiden Prabowo: Bapanas Tebar Rekor 2,6 Juta Ton Beras Bantuan Hingga Desember 2026

JAKARTA — Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat bantalan ekonomi masyarakat melalui penyaluran Bantuan Pangan Beras tahun 2026 yang menembus alokasi terbesar sepanjang sejarah. Keputusan strategis ini direalisasikan atas perintah langsung Presiden Prabowo Subianto untuk menjamin ketersediaan bahan pokok dan menahan gejolak harga di pasaran.

Sebagai tindak lanjut dari direktif tersebut, pemerintah resmi memperpanjang masa penyerahan bantuan beras 10 kilogram per bulan bagi keluarga penerima manfaat untuk periode Oktober, November, hingga Desember 2026.

Jangkau 33,24 Juta Keluarga Penerima Manfaat

Program intervensi pangan tahun 2026 dipastikan mencakup skala sasaran yang lebih luas dibanding periode sebelumnya. Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengonfirmasi bahwa bantuan ini menyasar 33,24 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 4 tingkat kesejahteraan.

Total beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikerahkan melalui Perum Bulog untuk menopang keseluruhan program ini mencapai 2,6 juta ton, menandai keseriusan pemerintah dalam memperkuat jaring pengaman sosial nasional.

Efektif Tahan Inflasi dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Penggelontoran bantuan pangan secara berkala terbukti ampuh membentengi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus bertindak sebagai instrumen penyeimbang harga di tingkat konsumen (market stabilizer).

Melalui distribusi yang konsisten, Bapanas mencatat inflasi beras secara bulanan berhasil diredam secara stabil di bawah 1 persen sepanjang tahun 2026. Hal ini memberikan kontribusi langsung dalam menjaga laju inflasi nasional tetap berada pada rentang yang aman.

Akselerasi Penyaluran Tahap Akhir

Saat ini, Bapanas bersama Bulog terus menggenjot penyaluran bantuan pangan tahap kedua agar rampung 100 persen sebelum alokasi tiga bulan terakhir tahun 2026 dimulai. Dengan ketersediaan pasokan beras yang aman di gudang-gudang Bulog seluruh Indonesia, pemerintah menjamin proses distribusi akan tersalurkan secara lancar, tepat waktu, dan tepat sasaran.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles