
Independensi Laporan di Tangan Pihak Sekolah
Kepala BGN, Sudaryono, menggarisbawahi pentingnya objektivitas dalam setiap umpan balik (feedback) yang dikirimkan oleh unit sekolah. Pihak sekolah diberikan ruang penuh untuk mengevaluasi kinerja harian Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) demi menjamin hak gizi dan keselamatan anak didik.
“Dapur itu memang tidak takut sama kepala sekolah, tapi dapur itu takutnya dengan BGN. Maka izinkan kami terhubung dengan semua kepala sekolah yang ada di seluruh Indonesia,” ujar Sudaryono.
Dengan terhubungnya sekolah langsung ke pusat kontrol BGN, laporan yang masuk tidak dapat diintervensi oleh pihak ketiga di tingkat lokal.
Aplikasi Rating Berbasis Bintang 1 Hingga 5
Evaluasi harian dilakukan melalui aplikasi khusus yang sistem kerjanya dibuat sederhana seperti layanan pesan-antar makanan pada transportasi online (ojek online). Melalui aplikasi ini, sekolah dapat memberi bobot nilai bintang 1 sampai 5 serta membubuhi catatan spesifik terkait kekurangan porsi, rasa, maupun kebersihan hidangan.
“Nantinya kami akan memberikan semacam aplikasi kepada Bapak-Ibu kepala sekolah, seperti di Ojek Online atau GoFood. Bapak-Ibu guru bisa memberi bintang dan catatan terhadap dapur tersebut,” jelas Sudaryono.
Setiap catatan yang masuk akan tercatat secara permanen di basis data BGN sebagai bahan audit berkala terhadap kelayakan operasional SPPG.
Jalur Pengaduan Langsung Berbasis Tembusan Email
Apabila ditemukan masalah berulang yang tidak kunjung diperbaiki oleh pengelola dapur setempat, BGN menyediakan saluran eskalasi cepat melalui surat elektronik. Pihak sekolah diminta mengirimkan surat keberatan dengan memberikan tembusan (carbon copy/CC) langsung kepada Kepala BGN.
“Bapak-Ibu guru boleh protes ke SPPG-nya, tapi di-CC atau ditembuskan ke saya. Ada emailnya, sampaikan saja, tidak perlu takut,” kata Sudaryono menekankan.
Penindakan Berdasarkan Rekam Data Evaluasi
BGN memastikan akan menindaklanjuti setiap aduan yang didukung oleh bukti dan data evaluasi yang valid. Pengelola SPPG yang secara konsisten menerima ulasan buruk dari sekolah-sekolah penerima manfaat akan berhadapan langsung dengan sanksi administratif hingga penghentian kerja sama dari BGN.
Melalui integrasi aplikasi digital dan saluran aduan yang aman ini, BGN optimistis kualitas Program Makan Bergizi Gratis dapat terjaga secara konsisten, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan di seluruh pelosok tanah air.
.png)










