Rimboon
•2 min read•558

Terapkan Sistem Quality Assurance, BGN Modernisasi Pengawasan Dapur SPPG di Seluruh Indonesia

JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan bahwa seluruh mekanisme pengaduan dan evaluasi layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disampaikan oleh pihak sekolah terlindungi secara independen. BGN membangun benteng pengawasan digital agar para kepala sekolah dan guru dapat memberikan penilaian secara objektif tanpa khawatir akan tekanan dari pihak penyedia makanan.

O

OP Admin

Published in Rimboon

Loading...
Terapkan Sistem Quality Assurance, BGN Modernisasi Pengawasan Dapur SPPG di Seluruh Indonesia

Independensi Laporan di Tangan Pihak Sekolah

Kepala BGN, Sudaryono, menggarisbawahi pentingnya objektivitas dalam setiap umpan balik (feedback) yang dikirimkan oleh unit sekolah. Pihak sekolah diberikan ruang penuh untuk mengevaluasi kinerja harian Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) demi menjamin hak gizi dan keselamatan anak didik.

“Dapur itu memang tidak takut sama kepala sekolah, tapi dapur itu takutnya dengan BGN. Maka izinkan kami terhubung dengan semua kepala sekolah yang ada di seluruh Indonesia,” ujar Sudaryono.

Dengan terhubungnya sekolah langsung ke pusat kontrol BGN, laporan yang masuk tidak dapat diintervensi oleh pihak ketiga di tingkat lokal.

Aplikasi Rating Berbasis Bintang 1 Hingga 5

Evaluasi harian dilakukan melalui aplikasi khusus yang sistem kerjanya dibuat sederhana seperti layanan pesan-antar makanan pada transportasi online (ojek online). Melalui aplikasi ini, sekolah dapat memberi bobot nilai bintang 1 sampai 5 serta membubuhi catatan spesifik terkait kekurangan porsi, rasa, maupun kebersihan hidangan.

“Nantinya kami akan memberikan semacam aplikasi kepada Bapak-Ibu kepala sekolah, seperti di Ojek Online atau GoFood. Bapak-Ibu guru bisa memberi bintang dan catatan terhadap dapur tersebut,” jelas Sudaryono.

Setiap catatan yang masuk akan tercatat secara permanen di basis data BGN sebagai bahan audit berkala terhadap kelayakan operasional SPPG.

Jalur Pengaduan Langsung Berbasis Tembusan Email

Apabila ditemukan masalah berulang yang tidak kunjung diperbaiki oleh pengelola dapur setempat, BGN menyediakan saluran eskalasi cepat melalui surat elektronik. Pihak sekolah diminta mengirimkan surat keberatan dengan memberikan tembusan (carbon copy/CC) langsung kepada Kepala BGN.

“Bapak-Ibu guru boleh protes ke SPPG-nya, tapi di-CC atau ditembuskan ke saya. Ada emailnya, sampaikan saja, tidak perlu takut,” kata Sudaryono menekankan.

Penindakan Berdasarkan Rekam Data Evaluasi

BGN memastikan akan menindaklanjuti setiap aduan yang didukung oleh bukti dan data evaluasi yang valid. Pengelola SPPG yang secara konsisten menerima ulasan buruk dari sekolah-sekolah penerima manfaat akan berhadapan langsung dengan sanksi administratif hingga penghentian kerja sama dari BGN.

Melalui integrasi aplikasi digital dan saluran aduan yang aman ini, BGN optimistis kualitas Program Makan Bergizi Gratis dapat terjaga secara konsisten, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan di seluruh pelosok tanah air.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles