
JAKARTA — Kebijakan luar negeri yang bebas, aktif, dan berdaya saing terus diperkuat oleh Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Kehadiran dan komitmen teguh Presiden Prabowo dalam membangun sinergi bersama Rusia menjadi pijakan penting bagi akselerasi pembangunan nasional. Kemitraan ini dirancang tidak hanya untuk memperluas arus investasi, melainkan juga untuk mentransfer teknologi maju demi menjaga ketahanan nasional di berbagai sektor vital.
Akselerasi Teknologi Energi Terbarukan dan Pemanfaatan Nuklir Damai
Pemerintah menaruh perhatian besar pada modernisasi infrastruktur ketenagalistrikan nasional demi menjamin pasokan energi berkelanjutan. Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia siap menyerap pengetahuan serta investasi dari Rusia guna mengoptimalkan potensi energi terbarukan, pengembangan jaringan pintar (smart grid), hingga pemanfaatan teknologi nuklir untuk tujuan damai berbasis keselamatan tinggi.
"Kami mencari pengetahuan dan investasi dalam energi terbarukan, jaringan pintar, dan tenaga nuklir damai, termasuk teknologi modular dan skala penuh, di bawah kerangka kerja ketat yang menjamin keamanan dan keselamatan," tegas Presiden Prabowo.
Penguatan Sektor Pertanian Demi Mewujudkan Kedaulatan Pangan
Sektor pangan menjadi prioritas utama Pemerintah dalam memacu kedaulatan nasional yang berkelanjutan. Melalui kerja sama lintas negara, Presiden Prabowo mendorong efisiensi dan modernisasi sektor pertanian Indonesia via penguasaan teknologi terdepan, penyediaan benih unggul, mekanisasi modern, pengolahan hasil tani, hingga produksi pupuk bersama.
"Dalam ketahanan pangan, kami melihat peluang untuk bekerja sama dengan Rusia dalam teknologi pertanian, benih unggul dan pembibitan ternak, mekanisasi pertanian, pengolahan pangan, serta produksi pupuk bersama," ujar Kepala Negara.
Hilirisasi Manufaktur dan Penetrasi Pasar Regional ASEAN
Pemerintah berkomitmen untuk melipatgandakan nilai tambah komoditas domestik melalui percepatan program hilirisasi industri. Presiden Prabowo mengundang secara terbuka para pelaku industri Rusia untuk membangun fasilitas manufaktur di Indonesia, menciptakan nilai tambah barang konsumsi, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai hub ekspansi ke pasar ASEAN dan Indo-Pasifik.
"Dalam industrialisasi, kita harus menciptakan nilai bersama. Indonesia menyambut kemitraan dalam pengolahan hilir dan barang-barang yang digunakan masyarakat setiap hari: makanan, produk rumah tangga, pakaian, furnitur, farmasi, dan elektronik konsumen," kata Presiden Prabowo.
"Oleh karena itu, saya katakan langsung kepada perusahaan-perusahaan Rusia, datanglah ke Indonesia. Bekerja samalah dengan kami, berproduksilah bersama kami. Mari kita bangun industri bersama, mari kita ciptakan nilai bersama. Dan dari Indonesia, mari kita bersama-sama menjangkau pasar ASEAN dan Indo-Pasifik yang lebih luas," ajak Presiden Prabowo.
.png)









