Rimboon
1 min read126

Menyalakan Mesin Ekonomi Pedesaan: Terobosan Berani Kemenkop Dorong Kopdes Kuasai Hilirisasi Lokal

Strategi taktis Kementerian Koperasi (Kemenkop) dalam menyulap potensi pedesaan menjadi kekuatan ekonomi riil terus digencarkan. Dengan memperluas ruang gerak Koperasi Desa (Kopdes) sebagai pusat pengolahan komoditas daerah, Pemerintah memastikan nilai tambah ekonomi berputar langsung di kawasan pedesaan sekaligus memberikan kepastian tata kelola melalui regulasi tingkat Peraturan Presiden (Perpres).

O

OP Admin

Published in Rimboon

Loading...
Menyalakan Mesin Ekonomi Pedesaan: Terobosan Berani Kemenkop Dorong Kopdes Kuasai Hilirisasi Lokal

JAKARTA — Komitmen Pemerintah melalui Kementerian Koperasi (Kemenkop) untuk memajukan perekonomian berbasis akar rumput kian konkret. Lewat dorongan masif bagi Koperasi Desa (Kopdes), hasil bumi dan potensi lokal tidak lagi diserap sekadar sebagai bahan mentah, melainkan diolah secara langsung di tingkat desa agar memberikan kemanfaatan ekonomi yang jauh lebih maksimal bagi warga lokal.

Menghidupkan Ekosistem Pengolahan Mandiri di Desa

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong penuh konsolidasi peran koperasi desa sebagai penyerap utama komoditas hasil keringat masyarakat. Melalui skema pendampingan dan pembinaan terintegrasi, Kemenkop memastikan tiap produk lokal mendapatkan jaminan pasar, kepastian harga, serta standar kualitas yang bersaing untuk mengisi rantai pasok industri nasional.

"Begitu aturan Presiden ini terbit, tidak ada lagi tumpang tindih dengan peraturan Menteri. Semua akan jelas diatur dalam Perpres itu," kata Menteri Koperasi Ferry Juliantono.

Kepastian Hukum Perpres Sapu Bersih Hambatan Regulasi

Langkah percepatan hilirisasi desa ini dibarengi dengan penyempurnaan landasan hukum yang tegas. Kehadiran Peraturan Presiden (Perpres) mendatang dirancang khusus untuk memotong rantai birokrasi, memperjelas wewenang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dan menghapus tumpang tindih aturan antar-lembaga demi terciptanya iklim usaha desa yang lincah dan transparan.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles