Rimboon
3 min read720

30 Persen Lulusan Program Magang Nasional Langsung Direkrut Perusahaan, Pemerintah Tambah Kuota Jadi 150 Ribu Peserta

JAKARTA – Upaya pemerintah mempercepat penyerapan tenaga kerja muda mulai menunjukkan hasil nyata. Program Magang Nasional yang dijalankan Kementerian Ketenagakerjaan berhasil mengantarkan 30 persen pesertanya langsung diterima bekerja setelah menyelesaikan masa magang. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa program ini mampu menjembatani kebutuhan dunia usaha dengan kompetensi lulusan perguruan tinggi.

O

OP Admin

Published in Rimboon

Loading...
30 Persen Lulusan Program Magang Nasional Langsung Direkrut Perusahaan, Pemerintah Tambah Kuota Jadi 150 Ribu Peserta

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa pada pelaksanaan Program Magang Nasional Angkatan I Tahun 2025, sebanyak 100.000 fresh graduate mengikuti program pemagangan di berbagai perusahaan mitra. Dari jumlah tersebut, sekitar 30.000 peserta berhasil direkrut menjadi karyawan setelah program berakhir. Menurut Teddy, hasil tersebut menunjukkan bahwa pengalaman kerja yang diperoleh peserta selama magang menjadi modal penting untuk memasuki dunia profesional. Pernyataan itu disampaikan saat peluncuran Program Magang Nasional Angkatan II. (news.detik.com)

Pemerintah Bangun Jembatan dari Kampus ke Dunia Kerja

Selama ini, banyak lulusan baru menghadapi tantangan ketika mencari pekerjaan karena belum memiliki pengalaman kerja yang menjadi salah satu syarat utama dalam proses rekrutmen.

Di sisi lain, perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memahami ritme kerja, budaya organisasi, serta keterampilan praktis yang dibutuhkan di lapangan.

Program Magang Nasional hadir untuk menjawab persoalan tersebut dengan memberikan kesempatan kepada lulusan baru belajar langsung di perusahaan sebelum memasuki dunia kerja secara permanen.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berupaya mengurangi kesenjangan kompetensi (skills mismatch) antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.

Pengalaman Magang Tingkatkan Peluang Kerja

Keberhasilan sekitar 30 persen peserta langsung memperoleh pekerjaan menunjukkan bahwa pengalaman kerja memiliki pengaruh besar terhadap peluang seseorang diterima di perusahaan.

Sementara itu, peserta yang belum langsung direkrut tetap dinilai memiliki nilai tambah dibandingkan pelamar lain karena telah memperoleh pengalaman profesional, memahami budaya kerja industri, serta memiliki referensi dari mentor maupun perusahaan tempat mereka menjalani magang.

Pemerintah optimistis pengalaman tersebut akan meningkatkan peluang mereka memperoleh pekerjaan dalam proses rekrutmen berikutnya.

Kuota Naik Menjadi 150.000 Fresh Graduate

Melihat tingginya tingkat penyerapan tenaga kerja pada angkatan pertama, pemerintah memutuskan memperluas Program Magang Nasional pada tahun 2026.

Jumlah peserta ditingkatkan menjadi 150.000 fresh graduate, atau bertambah 50 persen dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.

Perluasan kuota tersebut diharapkan mampu memberikan kesempatan kepada lebih banyak lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha.

Semakin banyak perusahaan juga dilibatkan sebagai mitra sehingga peserta memiliki pilihan bidang magang yang lebih beragam.

Didampingi Mentor Profesional

Selama menjalani program, peserta memperoleh pendampingan langsung dari mentor profesional yang berasal dari perusahaan tempat mereka ditempatkan.

Para mentor membimbing peserta mulai dari penguasaan pekerjaan, penyelesaian persoalan di lapangan, hingga pengembangan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, disiplin, dan kerja sama tim.

Model pembelajaran tersebut diharapkan menghasilkan lulusan yang lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja dibandingkan hanya mengandalkan pembelajaran di ruang kuliah.

Program Dibuka untuk Penyandang Disabilitas

Pemerintah juga memastikan Program Magang Nasional Angkatan II akan menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat.

Selain lulusan perguruan tinggi secara umum, penyandang disabilitas juga memperoleh kesempatan mengikuti program sesuai kompetensi dan kebutuhan perusahaan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk membangun pasar kerja yang lebih inklusif sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi seluruh lapisan masyarakat.

Peserta Mendapat Upah Selama Magang

Selain memperoleh pengalaman kerja, peserta Program Magang Nasional juga menerima upah selama mengikuti program.

Besaran upah disesuaikan dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di daerah penempatan, dengan kisaran sekitar Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan, bergantung pada lokasi dan perusahaan tempat peserta menjalani magang.

Skema tersebut memberikan dukungan finansial sekaligus menjadi bentuk penghargaan atas kontribusi peserta selama menjalankan aktivitas di perusahaan.

Investasi Pemerintah untuk SDM Indonesia

Program Magang Nasional menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha, lulusan baru memperoleh kesempatan membangun pengalaman profesional sebelum memasuki pasar kerja secara penuh.

Keberhasilan 30 persen peserta angkatan pertama langsung direkrut perusahaan, peningkatan kuota menjadi 150.000 peserta, pendampingan oleh mentor profesional, pemberian upah sesuai ketentuan, serta perluasan akses bagi penyandang disabilitas menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun tenaga kerja yang lebih kompeten, adaptif, dan siap bersaing di era industri modern.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles