Rimboon
4 min read627

KMHDI Soroti Kenaikan BBM Nonsubsidi, Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas dan Hindari Tindakan Anarkis

JAKARTA – Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) mengajak masyarakat untuk menyikapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi secara bijaksana dengan tetap menjaga kondusivitas nasional dan menghindari tindakan anarkis yang berpotensi merugikan kepentingan masyarakat luas. Seruan tersebut disampaikan menyusul penyesuaian harga BBM nonsubsidi, khususnya Pertamax dan Pertamax Green, yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026.

O

OP Admin

Published in Rimboon

Loading...
KMHDI Soroti Kenaikan BBM Nonsubsidi, Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas dan Hindari Tindakan Anarkis

Ketua Umum PP KMHDI, Wayan Ardi Adnyana, menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi maupun kritik terhadap kebijakan pemerintah. Namun, penyampaian pendapat tersebut harus tetap dilakukan dalam koridor demokrasi, hukum, dan mengedepankan dialog sebagai solusi utama.

"Masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Namun penyampaiannya harus tetap berada dalam koridor demokrasi dan mengedepankan dialog," ujar Wayan Ardi Adnyana.

Kenaikan BBM Nonsubsidi Tidak Lepas dari Geopolitik Global

Menurut KMHDI, penyesuaian harga BBM nonsubsidi tidak dapat dilepaskan dari perkembangan geopolitik internasional yang saat ini memengaruhi pasar energi dunia. Konflik di sejumlah kawasan strategis, gangguan rantai pasok global, serta meningkatnya biaya impor energi telah memberikan tekanan terhadap harga energi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Wayan menjelaskan bahwa Indonesia masih menjadi bagian dari sistem energi global yang sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak dunia. Oleh karena itu, perubahan harga BBM nonsubsidi merupakan konsekuensi dari dinamika pasar energi internasional yang berada di luar kendali pemerintah maupun masyarakat.

Dalam pandangan KMHDI, masyarakat perlu memahami konteks yang lebih luas agar tidak melihat kebijakan energi semata-mata dari perspektif domestik, melainkan juga mempertimbangkan berbagai faktor eksternal yang memengaruhi kondisi tersebut.

Hak Menyampaikan Kritik Harus Tetap Dijaga

PP KMHDI menegaskan bahwa organisasi mahasiswa tersebut tidak menolak kritik terhadap kebijakan publik. Sebaliknya, kritik dinilai sebagai bagian penting dari kehidupan demokrasi yang sehat dan perlu dihormati.

Namun demikian, organisasi tersebut mengingatkan agar kritik tidak berkembang menjadi tindakan yang mengganggu ketertiban umum atau merusak fasilitas publik.

"Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Tetapi jangan sampai berkembang menjadi tindakan anarkis yang justru merugikan masyarakat luas," tegas Wayan.

KMHDI berpandangan bahwa penyelesaian berbagai persoalan kebijakan harus dilakukan melalui dialog, kajian, dan komunikasi yang konstruktif, bukan melalui tindakan yang dapat memperkeruh situasi sosial.

Stabilitas Nasional Dinilai Penting di Tengah Ketidakpastian Dunia

Dalam pernyataannya, KMHDI juga menyoroti kondisi global yang saat ini masih dipenuhi ketidakpastian. Selain tekanan harga energi, dunia juga menghadapi tantangan berupa perlambatan ekonomi, konflik geopolitik, dan gangguan perdagangan internasional yang berdampak pada banyak negara.

Menurut Wayan, kondisi tersebut menuntut seluruh elemen bangsa untuk menjaga stabilitas nasional dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang dapat memicu keresahan sosial.

Ia menilai bahwa stabilitas sosial dan politik merupakan modal penting bagi Indonesia untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, melindungi daya beli masyarakat, serta memastikan berbagai program pembangunan tetap berjalan.

"Di tengah situasi global yang penuh tantangan, bangsa Indonesia membutuhkan ketenangan, dialog, dan kebersamaan. Yang harus dijaga adalah persatuan dan kondusivitas nasional," ungkapnya.

KMHDI Tolak Segala Bentuk Anarkisme

Salah satu poin utama dalam pernyataan PP KMHDI adalah penolakan terhadap segala bentuk tindakan anarkis dalam merespons kebijakan publik.

Menurut organisasi tersebut, tindakan yang mengarah pada kekerasan, perusakan fasilitas umum, maupun gangguan terhadap aktivitas masyarakat tidak akan memberikan solusi terhadap persoalan yang sedang dihadapi.

Sebaliknya, tindakan semacam itu justru berpotensi menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi masyarakat dan memperburuk kondisi sosial yang sudah menghadapi tekanan akibat situasi ekonomi global.

KMHDI mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan semangat musyawarah, dialog, dan partisipasi yang konstruktif dalam menyampaikan aspirasi.

Mahasiswa Didorong Menjadi Penyejuk di Tengah Perdebatan Publik

Sebagai organisasi kemahasiswaan, PP KMHDI juga mengingatkan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi dan edukasi kepada masyarakat.

Menurut Wayan, mahasiswa harus menjadi kekuatan moral yang mampu menjelaskan persoalan secara objektif dan membantu masyarakat memahami berbagai dinamika yang terjadi, termasuk terkait kebijakan energi dan dampak geopolitik global.

Mahasiswa juga diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah sehingga berbagai aspirasi dapat tersampaikan secara baik tanpa harus menimbulkan konflik sosial.

Ajakan Menjaga Persatuan dan Kepentingan Nasional

Menutup pernyataannya, PP KMHDI mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap mengutamakan kepentingan nasional di atas berbagai perbedaan pandangan yang ada.

Organisasi tersebut menilai bahwa Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi maupun sosial. Karena itu, semangat persatuan, gotong royong, dan kedewasaan dalam berdemokrasi harus terus dijaga.

"Mari kita sikapi situasi ini secara bijak, menjaga ketertiban, mengedepankan dialog, dan menghindari tindakan yang dapat merugikan masyarakat. Persatuan bangsa harus tetap menjadi prioritas utama," tutup Wayan Ardi Adnyana.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles